Pendidikan media pembentukan jati diri

Friday, August 6, 2010 Friday, August 06, 2010 By sahidslow , In

saat seorang anak baru lahir ke dunia dengan menangis sebagai pertanda selamat datang kedunia yang fana ini, walau sebagian anak tak menangis saat dilahirkan(karena banyak faktor). kemudian seorang anak bayi itu mulai hadir di keluarga tak bisa bicara dan bila meminta sesuatu hanya bisa menangis. tak lamapun anak bayi itu tumbuh sang ayah dan ibu selalu mengajari untuk bicara dan berjalan, ahirnya anak bayi tersebut beranjak menjadi balita yang bisa jalan dan bicara. mulailah rasa ingin tahu tentang dunia ini muncul dan itulah penyebab bayi tersebut mulai merepotkan sang ibu tercinta. apa-apa saja yang di lihatnya dia selalu ingin tahu apakah ini dan ingin di coba baik itu baik dan buruk. sang ibu selalu menuntun hal yang baik dan jelek, boleh dan tidak. anak bayi tersebut pun tak begitu perduli dengan kata-kata ibunya.

Tak lama kemudian sang bayi itupun mulai di daftarkan ke taman kanak-kanak (walau penulis sendiri tak mengeyam pendidikan tk hehhe). mulai di bimbing untuk bekal hidup yang merupakan basic ilmu yang lain adalah membaca hehe. kemudian anak itupun pindah ke jenjang pendidikan sd(sekolah dasar) di sana anak bayi mulai belajar ilmu dunia dan akhirat  walau dari anak itu sendiri tak bigitu memperhatikan pelajaran karena dalam benak anak itu sekolah bisa main-main dengan teman yang banyak dan belajar. Selanjutnya sang anak itu pun pindah sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu smp . di smp anak mulai mengenal namanya lawan jenis yang biasa di sebut puber hihiihihi  belajar di jenjang ini pun tak begitu di perhatikan asal naik kelas dan ranking cukup  tanpa memikirkan apa yang telah di dapat.

Tak lama pun pindah ke jenjang selanjutnya sma/aliyah/smk atao yang sejenisnya. di jenjang ini anak mulai berfikir dan bisa sedikit mamaknai arti belajar namun tak terlepas dari sifat rasa ingin tahu dengan sesuatu yang baru bahkan sesuatu yang selama ini di larang oleh orang tuanya. sebagian anak sudah berfikir lumayan matang dengan apa definisii belajar dan apa yang di dapat dari proses belajar itu, apa lagi bagi yang di SMK .

Selanjutnya anak itu pun lulus SMA dan melanjtkan ke perguruan tinggi, walau banyak anak pun memilih langsung bekerja tak ingin kuliah dengan beberapa alasan baik itu ekonomi,malas, dll. bagi anak yang melanjutkan ke perguruan tinggi saat baru masuk mengikuti proses pembelajaran hanyalah seperti halnya sewaktu SMK dulu. dalam benak(ah ikutin aj lah penting gagah-gagahan bisa kuliah) walau sebagian anak pontang panting dengan gigih bekerja untuk membiayai kuliahnya dan tahan merantau bahkan sering menangis sendiri bila ada masalah khususnya msalah keuangan. 3-5 smester jalan kuliah baru sang anak mulai mengerti arti dari kuliah dan mulai faham sebenarnya apa yang sedang ia cari . di perguruan tinggi memberikan beberapa jurusan khusus yang mengarahkan jiwa anak itu untuk menekuni ilmu bidang tertentu. namun sebagian anak berfikir kuliah merupakan "media pembentukan jati diri" dan bukan semata mata belajar saja. pembentukan jati diri ini pun tak mudah karena anak tak begitu mudah untuk faham apa yang di pelajari, karena kita pun harus sadari setiap anak memiliki kemampuan,pengalaman, kemauan, pola fikir, dan daya tangkap yang berbeda bahkan ada yang berusaha mati-matian untuk dapat faham namun tak berhasil, akhirnya sebagian anak pun tak begitu perduli dengan kemampuan sebagai modal hidup yang akan datang. bila di ibaratkan sebuah program aplikasi bisa seperti ini.

1. proses pembelajaran yang ada seperti halnya sebuah aplikasi bisa berkomunikasi dengan lingkungan luar dan kampus seperti halnya interface input/output dari proses penerimaan informasi dan data.


2. materi kuliah yang di dapat seperti halnya hasil dari inputan data/informasi dari proses pembelajaran yang kemudian di proses dengan logika-logikan program yang telah di rancang, bila program itu memiliki filter saat memilih inputan data baik gambar, teks, suara, maupun jenis-jenis karakter interger,fload dll akan di proses bila tak sesuai tak dpat si simpan dan bila sesuai dapat di simpan ke database. bila prgramnya itu eror tentu tak bisa menerima informasi dari hasil interaksi yang terjadi. intinya tidak semua anak bisa menerima inputan data yang di berikan.

3. ilmu yang di dapat dari proses pembelajaran seperti halnya database sebuah program dan ini tergantung dari ilmu-ilmu yang sebelumnya di dapat apakah memiliki relasi maupun tidak, yang mengakibatkan nantinya dengan output yang di hasilkan oleh program untuk dapat interaksi kembali ke dunia luar sistem. intinya proses ini merupakan latarbelakang, pendidikan sebelumnya, dan hasil didikan dari beberapa jenjang pendidikan yang telah di lalui sangat berperngaruh dengan data-data yang di terima.

4. sikap dan hasil ilmu yang ada seperti halnya hasil dari inputan data-data yang di dapat dari sekian banyak interaksi dengan dunia luar baik itu teman, lingkungan, kampus. bisa mengakibatkan beberapa kemungkinan seperti , sombong, sok tau, ngak tau, pura-pura tau, rendah diri, suka bebagi, dermawan dan lain lainya. karena pada tahap ini berperan dari relasi data-data yang telah di dapatkan sebelumnya hasil dari interaksi sebelumnya apakah relasi datanya singkron dan berhubungan atau tidak, apakah relasi datanya di dukung dengan data-data yang lain seperti data ilmu budi pekerti, agama dengan ilmu fana yang telah didapatkan singkron apa tidak, dan pada tahap ini merupakan tahap yang sangant menentukan pembentukan jiwa dan karakter seorang anak.

seperti itulah kira-kira tentang proses pembelajaran yang ada. dengan inti pembbahasan "PENDIDIKAN MERUPAKAN MEDIA PEMBENTUKAN JATI DIRI SEORANG ANAK LEBIH DETAIL". kerena bukan hanya ilmu fana yang di punyai seorang anak namun ilmu jiwa pun di miliki seorang anak  bahkan ilmu alam ataupun bakat alam dari seorang anak sangat berpengaruh dalam pembentukan jiwa dan karakter.

by: mbah sahid

0 comments:

Post a Comment